PENERAPAN MANAJEMEN PENGETAHUAN DI BIDANG PERKEBUNAN

TUGAS INDIVIDU: TEORI ORGANISASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN:

Nama: Besse Muslia

Angkatan: R-46

Dosen: Dr. Ir. Arif Iman Suroso, MSc

BAB I

PENDAHULUAN

 Pesatnya perkembangan perekonomian di dunia ini, yaitu globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dan canggih dalam era globalisasi ini membawa manusia pada penyadaran untuk mengantisipasi kesiapan membangun masyarakat berbasis pengetahuan, yaitu dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan manusia. Kemampuan sebuah perusahaan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor daya saing yang sangat penting. Saat sebuah perusahaan mencoba mengembangkan skala ekonominya, maka dibutuhkan tingkat pengetahuan yang sangat luas pada setiap sumber daya yang ada untuk dapat berkompetisi dan bertahan.

Pengetahuan merupakan modal yang mempunyai pengaruh besar dalam menentukan kemajuan individu maupun kelompok (organisasi). Dalam lingkungan yang sangat cepat berubah, pengetahuan akan mengalami keusangan oleh sebab itu perlu terus-menerus diperbaharui melalui proses belajar.

Belajar dalam era pengetahuan seperti sekarang ini sangat berbeda dengan belajar dimasa lalu. Semua orang dituntut untuk belajar baik sendiri maupun bersama dengan cepat, mudah dan menyenangkan tanpa memandang waktu dan tempat. Hal ini mendorong berkembangnya konsep organisasi belajar yang menyatukan proses belajar dan bekerja. Disisi lain pengetahuan yang melekat pada anggota suatu organisasi juga perlu diuji, dimutakhirkan, ditransfer, dan diakumulasikan, agar tetap memiliki nilai. Hal ini menyebabkan para pakar manajemen mencari pendekatan untuk mengelola pengetahuan yang sekarang dikenal dengan manajemen pengetahuan atau Knowledge Management (KM). Suatu organisasi agar dapat mencapai visi dan misinya harus mengelola pengetahuan yang dimilikinya dengan baik agar dapat bersaing dengan organisasi yang lain. Salah satu cara tersebut adalah dengan menerapkan manajemen pengetahuan.

Manajemen pengetahuan saat ini merupakan hal yang menarik, berbagai konferensi dan workshop digelar untuk mengetahui dan meningkatkan manfaat menajemen pengetahuan diberbagai bidang pengetahuan. Di Indonesia, manajemen pengetahuan yang dimuat di media massa masih berkutat pada teknologi informasi. Padahal manfaat dan kegunaan manajemen pengetahuan ini tidak terbatas. Tulisan ini mencoba untuk memaparkan bagaimana penerapan manajemen pengetahuan dalam bidang perkebunan khususnya perkebunan sawit di PT. Perkebunan Citra Gemilang.

BAB II

DAFTAR PUSTAKA

1.     Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan merupakan berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya.

Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi

Pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulangkali.

Selain pengetahuan empiris, ada pula pengetahuan yang didapat melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori tidak menekankan pada pengalaman.

Pemahaman konsep pengetahuan dan informasi menimbulkan berbagai penafsiran berbeda-beda. Para ahli dibidang informasi menyebutkan bahwa informasi adalah pengetahuan yang disajikan kepada seseorang dalam bentuk yang dapat dipahami, atau data yang telah diproses atau ditata untuk menyajikan fakta yang mengandung arti. Sedangkan pengetahuan berasal dari informasi yang relevan yang diserap dan dipadukan dalam pikiran seseorang. Sedangkan pengetahuan berkaitan dengan apa yang diketahui dan dipahami oleh seseorang. Informasi cenderung nyata, sedangkan pengetahuan adalah informasi yang diinterpretasikan dan diintegrasikan.

Von Krogh, Ichiyo, serta Nonaka 2000 dalam Bambang Setiarso, disampaikan ringkasan gagasan yang mendasari pengertian mengenai pengetahuan :

  1. Pengetahuan merupakan justified true believe.

Seorang individu membenarkan (justifies) kebenaran atas kepercayaannya berdasarkan observasinya mengenai dunia. Jadi bila seseorang menciptakan pengetahuan , ia menciptakan pemahaman atas suatu situasi baru dengan cara berpegang pada kepercayaan yang telah dibenarkan. Dalam definisi ini, pengetahuan merupakan konstruksi dari kenyataan, dibandingkan sesuatu yang benar secara abstrak. Penciptaan pengetahuan tidak hanya merupakan kompilasi dari fakta-fakta, namun suatu proses yang unik pada manusia yang sulit disederhanakan atau ditiru. Penciptaan pengetahuan melibatkan perasaan dan sistem kepercayaan (believe system) dimana perasaan atau sistem kepercayaan itu tidak bisa disadari.

  1. Pengetahuan merupakan sesuatu yang eksplisit sekaligu teratinkan (tacit).

Beberapa pengetahuan dapat dituliskan diatas kertas, diformulasikan dalam bentuk kalimat-kalimat, atau diekspresikan dalam bentuk gambar. Namun ada pula pengetahuan yang terkait dengan perasaan, keterampilan dalam bentuk bahasa utuh, persepsi pribadi, pengalama fisik, petunjuk praktis (rule of thumb) dan intuisi. Pengetahuan terbatinkan seperti itu sulit digambarkan kepada orang lain. Mengenali nilai dari pengetahuan terbatinkan dan memahami bagaimana menggunakannya merupakan tantangan utama organisasi yang ingin terus menciptakan pengetahuan.

  1. Penciptaan pengetahuan secara efektif tergantung pada bagaimana konteks yang memungkinkan terjadinya penciptaan tersebut.

Apa yang dimaksud dengan konteks yang memungkinkan terjadinya penciptaan pengetahuan adalah ruang bersama yang dapat memicu hubungan-hubungan yang muncul.Dalam konteks organisional, bisa berupa fisik, maya, mental atau ketiganya. Pengetahuan bersifat dinamis, relasional dan berdasarkan tindakan manusia.

  1. Penciptaan pengetahuan melibatkan lima langkah utama.

Berbagi pengetahuan terbatinkan.

Menciptakan konsep.

Membenarkan konsep.

Membangun prototype.

Melakukan penyebaran pengetahuan diberbagai fungsi dan tingkat  di organisasi.

Knowledge di bagi menjadi dua jenis yaitu Explisit Knowledge dan Tacit Knowledge, yang dapat di jabarkan sebagai berikut: (Quin, 1998)

  1. 1.   Explicit Knowledge

     Adalah suatu yang dapat di ekspresikan dengan kata-kata dan angka, serta dapat disampaikan dalam bentuk ilmiah, spesifikasi, manual dan sebagainya. Knowledge jenis ini dapat segera diteruskan dari 1 individu ke individu lainnya secara formal dan sistematis. Explicit knowledge juga dapat dijelaskan sebagai suatu proses, metoda, cara, pola bisnis dan pengalaman dari suatu produksi.

  1. Tacit Knowledge

            Adalah knowledge dari para pakar baik individu maupun masyarakat, serta pengalaman mereka. Tacit Knowledge bersifat sangat personal dan sulit dirumuskan sehingga membuatnya sangat sulit di komunikasikan atau di sampaikan kepada orang lain. Perasaan pribadi, intuisi, bahhasa tubuh, pengalaman fisik serta petunjuk praktis (rule-of-thumb) termasuk dalam jenis Tacit Knowledge.

Pendekatan lainnya mendefinisikan Knowledge dalam 4 level operasional sebagai berikut: (Quin, 1998)

  1. Know what atau Cognitif Knowlede

Merupakan Knowlede yang diperoleh melalui pelatihan pembelajaran dan kualifikasi formal. Level ini sangat penting bagi perusahaan namun umumnya masih kurang mencukupi bagi keberhasilan komersial

  1. Knowlede – merupakan level aplikasi praktis

Pada level ini apa yang telah di dapat pada level I di terjemahkan dalam pelaksanaan. Pada tahap ini merupakan area dimana Knowlede menambahkan nilai dalam suatu organisasi, melalui kemampuan untuk menterjemahkan Knowlede yang bersifat teoritis menjadi eksekusi yang efektif.

  1. c.      Know why disebut juga System Understanding

Merupakan Knowlede terdalam dari jaringan hubungan sebab akibat yang ada pada suatu disiplin ilmu. Level ini memungkinkan profesional untuk berpindah dari pelaksanaan kerja ke pemecahan masalah yang lebih besar dan kompleks dan menciptakan solusi baru bagi permasalahan yang baru.

  1. Care why – tahap lanjutan dari kreativitas diri (self – motivated creativity)

Merupakan level dimana inovasi radikal dapat terjadi melalui lompatan imajinatif dan pemikiran lateral.

  1. 1.     Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management)

Manajemen pengetahuan merupakan suatu kosep yang berpijak pada kesadaran akan pentingnya mengelola aset pengetahuan, baik yang bersifat tacit (berada di masing-masing individu) maupun explicit (tersebar di berbagai dokumen) yang dimiliki organisasi atau perusahaan. Inti pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pengetahuan yang dimiliki atau terdapat pada organisasi/perusahaan dikumpulkan, disimpan, diorganisasikan, disintesakan, disebarkan, dimanfaatkan, dan didayagunakan seoptimal mungkin bagi setiap individu untuk meningkatkan kinerja.

Knowledge Management adalah usaha untuk meningkatkan pengetahuan yang berguna dalam organisasi di antaranya membiasakan budaya berkomunikasi antara personil, memberikan kesempatan untuk belajar, dan menggalakkan saling berbagi knowledge. Dimana usaha ini akan menciptakan dan mempertahankan peningkatan nilai dari inti kompetensi bisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Hal ini disarikan dari pendapat McInerney sebagai berikut:

“Knowledge Management is an effort to increase useful kknowledge within the organization. Ways to do this include encouraging Communications, offering opportunities to Lear, and promoting the seharing of appropriate knowledge artifacts “ (MCIN 2002)

Secara umum Manajemen Pengetahuan didefenisikan sebagai teknik untuk membangun suatu lingkungan pembelajaran sehingga orang-orang di dalamnya terus termotivasi untuk terus belajar, memanfaatkan informasi yang ada, serta pada akhirnya mau berbagi pengetahuan yang baru didapat. Manajemen Pengetahuan juga diartikan mengelola pengetahuan dalam organisasi untuk menciptakan nilai dan meningkatkan keunggulan kompetitif.  Jadi, Manajemen Pengetahuan meliputi : proses penciptaan pengetahuan, distribusi pengetahuan dan aplikasi pengetahuan. Dalam Manajemen Pengetahuan, selain manusia sebagai subjek inspirasi pengetahuan, dua hal lain yang perlu di-manage adalah tempat (hard & soft) yang menjadi media dalam proses meraih pengetahuan serta isi pengetahuan itu sendiri.

Knowledge Management (KM) merupakan intervensi bersama-sama dari sumber daya manusia, proses dan teknologi untuk mendukung proses pembuatan ( creation ), pembauran ( assimilation ), penyebaran ( dissemination ) dan pemanfaatan ( application ) pengetahuan di dalam lingkungan perusahaan / organisasi. Pembuatan pengetahuan (knowledge creation) adalah proses perbaikan pengetahuan tertentu selama proses pembelajaran. Pembauran pengetahuan (knowledge assimilation) adalah proses pengumpulan, penyimpanan dan penyaringan pengetahuan yang dibuat dengan pengetahuan yang sudah dipunyai sebelumnya. Penyebaran pengetahuan (knowledge dissemination) adalah proses akses dan distribusi pengetahuan untuk dipergunakan dalam pekerjaan yang lainnya. Pemanfaaatan pengetahuan (knowledge application) adalah penggunaan pengetahuan yang ada untuk mendukung penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya. Pengetahuan dibangun atau dikembangkan melalui proses pengalaman dimana pengetahuan tersebut dipergunakan, seperti proses penyelesaian masalah, projek atau pekerjaan.

Konsep pemberdayaan pengetahuan (knowledge enabler) pada hakikatnya adalah merupakan praktek pada konsep manajemen pengetahuan (knowledge management). Konsep manajemen pengetahuan berasal dan berkembang didunia bisnis, diterapkan dengan tujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki pengoperasian perusahaan dalam rangka meraih keuntungan kompetitif dan meningkatkan laba. Manajemen pengetahuan digunakan untuk memperbaiki komunikasi diantara manajemen puncak dan diantara para pekerja untuk memperbaiki proses kerja, menanamkan budaya berbagai pengetahuan, dan untuk mempromosikan dan mengimplementasikan system penghargaan berbasis kinerja

Menurut Koina dalam Siregar (2005) manajemen pengetahuan adalah suatu disiplin yang mempromosikan suatu pendekatan terintegrasi terhadap pengidentifikasian, pengelolaan dan pendistribusian semua asset informasi suatu organisasi. Sedangkan Laudon dalam Siregar (2005) manajemen pengetahuan berfungsi meningkatkan kemampuan organisasi untuk belajar dari lingkungannya dan menggabungkan pengetahuan dalam suatu organisasi untuk menciptakan, mengumpulkan, memelihara dan mendiseminasikan pengetahuan organisasi tersebut. Teknologi informasi memainkan peranan penting dalam manajemen pengetahuan sebagai pemungkin proses bisnis yang bertujuan untuk menciptakan, menyimpan, memelihara dan mendiseminasikan pengetahuan.

Menurut Kim yang dikutip Siregar (2005) bahwa pengetahuan adakalanya dikategorikan sebagai terstruktur, tidak terstruktur, eksplisit atau implisit. Jika pengetahuan diorganisasikan dan mudah didiseminasikan disebut pengetahuan terstruktur. Pengetahuan yang tidak terstruktur dan dipahami, tetapi tidak dengan jelas dinyatakan adalah pengetahuan implisit. Pengetahuan implisit juga disebut tacit (dipahami tanpa dikatakan), yaitu keahlian dan pengalaman pekerja yang belum didokumentasikan secara formal Untuk mengkonversi pengetahuan implisit ke dalam pengetahuan eksplisit, pengetahuan tersebut harus diekstraksi dan diformat.

 

BAB III

PEMBAHASAN

Manajemen Pengetahuan di PT. Perkebunan Citra Gemilang

Manajemen pengetahuan merupakan konsep baru di dunia bisnis yang berkembang pesat sejak tahun 2000-an karena dinilai memberi sumbangan yang besar bagi tumbuh kembangnya perusahaan. Dikatakan demikian karena pengetahuan dapat menjadi pendorong untuk peningkatan kinerja dan efisiensi proses kerja. Pengetahuan dapat meningkatkan kompetensi dan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam berinovasi. Pengetahuan juga dapat mendukung pengambilan keputusan dan membantu mengantisipasi tantangan yang dihadapi perusahaan, baik internal maupun eksternal. Yang pada akhirnya dapat meningkatkan dan memperbaiki operasional perusahaan dalam mencari keuntungan kompetitif. Sebegitu besarnya peran pengetahuan hingga perlu dikelola agar terus berkembang dan memberi nilai tambah bagi perusahaan.

Bentuk pengetahuan terbagi 2 (dua), Explicit dan Tacit Knowledge. Explicit Knowledge, yaitu pengetahuan tertulis yang sudah terdokumentasi, mudah disimpan, diperbanyak, disebarluaskan (dikomunikasikan) dan dipelajari. Seperti : materi pelatihan, karya tulis inovatif dalam metode/teknologi dan produk, laporan hasil benchmark, hasil evaluasi kinerja, laporan purna karya, Pedoman Kerja yang mendukung pelaksanaan kerja yang diterbitkan PT. Perkebunan Citra Gemilang (seperti Proses Bisnis, Prosedur/Instruksi Kerja, Code of Conduct, Internal Audit Chartered, Perjanjian Kerja Bersama, dll), majalah dan jurnal terbitan PT. Perkebunan Citra Gemilang, laporan Hasil PKL/Magang Mahasiswa di PTPN III, karya tulis bebas, resume buku, hasil belajar mandiri.

Diperkirakan, jumlah Explicit Knowledge berkisar 5%. Selebihnya sekitar 95% merupakan Tacit knowledge, yaitu pengetahuan yang masih tersimpan dalam pikiran manusia, seperti gagasan, persepsi, cara berfikir, pemahaman, kiat-kiat pribadi, wawasan, keahlian/kemahiran.

Pada dasarnya proses transfer  pengetahuan berputar sebagaimana siklus berikut :

v Sosialisasi (percakapan). Disini, tacit knowledge ditransfer menjadi tacit knowledge, hanya bobotnya menjadi lebih kaya.

v Externalisasi. Pada tahap ini terjadi transfer dari tacit menjadi explicit knowledge. Misal : penulisan artikel, jurnal, laporan belajar mandiri, laporan hasil inovasi, dll.

v Kombinasi : proses transfer explicit menjadi explicit knowledge. Misal : Merangkum berbagai pengetahuan menjadi satu buku, atau Pleno Sistem Manajemen PTPN III yang menghasilkan suatu pedoman kerja bagi PTPN III.

v Internalisasi : proses transfer explicit ke tacit knowledge kembali. Misal : melalui membaca buku atau pedoman kerja, melalui trainer dalam proses pelatihan, dll.

Proses transfer pengetahuan ini terus terjadi berulang-ulang sehingga pengetahuan akan terus berputar dan berkembang. Pengetahuan yang memiliki nilai tambah yang telah tercipta perlu dikelola melalui identifikasi, kompilasi, seleksi dan dokumentasi (pemeliharaan) sebagai aset pengetahuan perusahaan serta distribusi pengetahuan. Klasifikasi bidang aset pengetahuan PTPN III adalah : bidang Tanaman, Teknik & Teknologi, Keuangan, Pemasaran & Pengadaan, SDM Umum & KBL, Teknologi Informasi.

Setelah aset pengetahuan terdokumentasi, perusahaan juga semestinya menyediakan fasiltas yang memungkinkan terjadinya proses sharing sehingga pada saat dan tempat yang berbeda, pengetahuan itu dapat menjadi inspirasi bagi orang lain dalam pengambilan keputusan ataupun tindakan sebagaimana siklus transfer pengetahuan tersebut di atas. Penyediaan fasilitas dapat dilakukan melalui pemanfaatan Teknologi Informasi (TI). Beberapa  program TI PTPN III yang mendukung proses penciptaan pengetahuan dan mendukung proses sharing adalah : EIS (Executive Information System), Data Based Kepersonaliaan, Decision Supporting System (DSS), Webmail, Forum dan Internet. Dengan fasilitas TI, proses penciptaan pengetahuan dan sharing dapat terjadi dengan cepat, disamping memungkinkan terjadinya transfer dan sharing tanpa kehadiran personil terkait secara fisik dalam suatu ruang diskusi atau ruang rapat.

Seiring dengan itu,  saat ini PTPN III juga sedang dalam proses desain Sistem Informasi Manajemen yang juga merupakan perangkat pendukung bagi perkembangan pengetahuan perusahaan. Disamping fasilitas IT, perpustakaan juga dapat berfungsi sebagai media untuk melakukan transfer informasi dan pengetahuan. Namun, dengan keterbatasan sarana & prasarana yang ada, perpustakaan PTPN III saat ini belum difungsikan secara maksimal. Dalam hal proses sharing, hambatan yang selalu terjadi adalah tidak semua orang mau berbagi.

KESIMPULAN

Secara umum Manajemen pengetahuan didefenisikan sebagai teknik untuk membangun suatu lingkungan pembelajaran sehingga orang-orang di dalamnya terus termotivasi untuk terus belajar, memanfaatkan informasi yang ada, serta pada akhirnya mau berbagi pengetahuan yang baru didapat. Manajemen pengetahuan juga diartikan mengelola pengetahuan dalam organisasi untuk menciptakan nilai dan meningkatkan keunggulan kompetitif.

Manajemen pengetahuan meliputi : proses penciptaan pengetahuan, distribusi pengetahuan dan aplikasi pengetahuan. Dalam Manajemen pengetahuan, selain manusia sebagai subjek inspirasi pengetahuan, dua hal lain yang perlu di-manage adalah tempat (hard & soft) yang menjadi media dalam proses meraih pengetahuan serta isi pengetahuan itu sendiri

Manajemen pengetahuan dapat meningkatkan nilai perusahaan, membantu pengembalian keputusan salah satunya pada PT. Perkebunan Citra Gemilang. Manfaat-manfaat lain akan terus ditemukan dan dirasakan berbagai elemen masyarakat manapun.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Http://erwinsutomo.wordpress.com. 2005. Manajemen Pengetahuan.

Http://forum.ptpn3.co.id. 2008. Manajemen Pengetahuan.

Http://www.geocities.com. 2008. Manajemen pengetahuan: Tinjauan Psikologi.

Http://www.IlmuKomputer.com. 2007. Penerapan “Creating knowledge” menjadi model “The knowing organization” studi kasus: PDII-LIPI.

http://www.sinarharapan.co.id. 2006. Knowledge Management untuk MKM.

McInerney, Claire. Knowledge Management and the dynamic nature of knowledge. Journal of the American Society for information science and Technology. Vol. 53. Issue, 12 (Oktober 2002) Hal: 1009-1018. 2002

Quinn, James, B., Philip Anderson and Sydney Finkelstein. Managing Professional Intelect: Making the most of the Best. In Harvard Business Review on Knowledge Management. Harvard Business School Publishing. 1998

Sutiarso, Bambang. 2003. knowledge Management dan Knowlwdge Sharing bidang pangan (studi kasus: bidang perkebunan). http://www.IlmuKomputer.com.

Sutiarso, Bambang. 2007. Pendekatan Knowledge-Base Economy untuk Pengembangan Masyarakat.

Sutiarso, Bambang. 2006. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) dan Proses Penciptaan pengetahuan. http://www.IlmuKomputer.com.

Sitaniapessy, Arthur. 2005. Pemahaman Global dan Manajemen Pengetahuan: Jalan Menuju Kesuksesan Global. Jurusan Politeknik Negeri Ambon.

Leave a Reply


Refresh



*